Hanafi Rais untuk Jogja

Hanafi Rais untuk Jogja !!! Hanafi Rais untuk Jogja !!!

Sabtu, 14 Mei 2011

Amien Minta Hanafi Rais Tak Sedih Jika Kalah Pilwali Yogya

Laporan Reporter Tribun Jogja, Obet Doni Ardianto

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Sebagai seorang ayah yang peduli dengan anaknya, pasti dia akan mendukung setiap sepak terjang anaknya dalam mengambil keputusan. Dukungan tersebut dapat berupa doa maupun pesan-pesan dalam mengambil langkah untuk keputusan yang dipilih. Hal ini pula yang dilakukan Amien Rais kepada anaknya, Hanafi Rais, yang running Pilwali Yogyakarta 2011.


"Saya, dan juga ibunya, berpesan jika Hanafi sudah mantap dengan keputusannya maka iklaskanlah niat dalam Pilwali Yogyakarta 2011. Selain itu, harus siap kalah. Siap kalah berarti tidak boleh sedih atau nglokro, dan harus bangkit lagi," tutur mantan ketua umum DPP PAN tersebut di sela-sela peresmian Gedung Administrasi Pusat RS PKU Muhammadiyah Delanggu, Klaten, Jateng, Jumat (22/4/2011) siang.

Jika Hanafi berhasil menjadi wali kota Yogyakarta, Amien  mengingatkan supaya anaknya harus menjalankan tugas-tugas sebagai wali kota  sebaik-baiknya. Di sisi lain, dia juga tidak boleh melupakan, bahkan harus melanjutkan prestasi yang telah dibuat wali kota sekarang, Herry Zudianto, yang berangkat dari PAN dan menjabat dua periode.

Selain itu, tambah Amien, Hanafi juga harus memahami bahwa menjadi wali kota sama halnya menjadi bapak bagi masyarakat Yogyakarta. "Masyarakat Yogyakarta merupakan masyarakat yang majemuk, baik dari segi agama maupun etnis. Saya berharap dia bisa menjadi payung yang mengayomi dan merangkul seluruh masyarakat, dan tidak boleh bersikap tebang pilih," tegas mantan ketua MPR RI ini.

Amien juga berpesan agar Hanafi dapat memanfaatkan ilmunya sebagai lulusan Universitas Gadjah Mada dengan sebaik-baiknya untuk mendukung langkahnya dalam pilwali. "Jangan lupa juga mendengarkan berbagai masukan dari siapapun untuk kebaikan pekerjaannya nanti," imbuhnya.

Mengenai sosok calon pendamping Hanafi, sebagai calon wakil wali kota, Amien tak berkomentar banyak. "Kalau yang saya dengar yang terakhir itu, dia mungkin mengambil salah satu tokoh birokrasi yang sudah memiliki jam terbang tinggi, supaya memudahkan pelaksanaannya menjadi wali kota nanti," ucap Amien, mantan ketua umum PP Muhammadiyah yang  menjabat ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) DPP PAN.

1 komentar: